Powered By Blogger

Kamis, 08 April 2010

Menginstall Slackware Linux


Lanjut

Bab 5. Menginstall Slackware Linux

5.1. Boot CD-ROM Installasi

Metode termudah untuk boot sistem installasi dengan menggunakan CD-ROM installasi. CD-ROM installasi Slackware Linux adalah CD yang bersifat bootable, yang berarti BIOS dapat boot dari CD, seperti ia dapat melakukan boot dengan sendirinya, sebagai contoh dari disket. Sebagian besar sistem modern memiliki BIOS yang mendukung boot dari CD-ROM.

Jika CD tidak di-boot ketika Anda sudah memasukkan CD pada drive CD-ROM selama boot sistem, maka urutan boot mungkin tidak benar pada BIOS. Masuk pada BIOS (biasanya dengan menekan tombol atau ketika layar BIOS muncul) dan pastikan CD-ROM berada di daftar yang paling atas dari urutan boot. Jika Anda menggunakan CD-ROM SCSI, Anda mungkin harus menentukan urutan boot pada BIOS SCSI dan bukan pada BIOS sistem. Lihat manual kartu SCSI untuk informasi lebih lanjut.

Ketika CD-ROM di-boot, sebuah layar pre-boot akan muncul. Biasanya, Anda cukup menekan untuk melanjutkan dengan memuat kernel Linux default (hugesmp.s). Kernel ini membutuhkan paling tidak CPU Pentium Pro. Anda bisa boot kernel alternatif dengan memasukkan nama kernel pada prompt, dan menekan . Tabel berikut menampilkan kernel yang tersedia dari CD atau DVD Slackware Linux.

Tabel 5.1. Kernel installasi

Linux Deskripsi
huge.s Sebelumnya, mereka ada kernel spesifik untuk pengontrol disk yang berbeda. Kernel huge yang baru menyertakan dukungan untuk semua pengontrol ATA, SATA dan SCSI yang umum. Kernel ini tidak memiliki dukungan SMP, dan bekerja pada CPU i486 dan yang lebih baru. Jika Anda memiliki Pentium Pro atau yang lebih baru, disarankan untuk menggunakan kernel hugesmp.s, meskipun pada sistem prosesor tunggal.
hugesmp.s Kernel hugesmp.s memiliki dukungan untuk semua pengontrol ATA, SATA, dan SCSI yang umum. Sebagai tambahan, kernel ini memiliki dukungan SMP. Kernel ini direkomendasikan untuk CPU Pentium Pro dan yang lebih baru.
speakup.s Kernel ini dapat dibandingkan dengan kernel huge.s, tetapi menyertakan dukungan untuk perangkat keras sintesa suara.

Setelah melakukan boot sistem installasi, Anda akan ditanya apakah Anda menggunakan layout keyboard khusus atau tidak. Jika Anda menggunakan keyboard US/Internasional umum, yang merupakan paling umum, Anda bisa menekan pada pertanyaan umum. Login sebagai “root”, tidak ada kata sandi yang akan ditanyakan. Setelah login, shell akan dijalankan dan Anda bisa memulai proses installasi Slackware Linux. Prosedur installasi akan dijelaskan pada bab ini.

5.2. Mempartisi hard disk

Menginstall Slackware Linux membutuhkan paling tidak satu partisi Linux, membuat partisi swap juga disarankan. Untuk bisa membuat partisi, harus terdapat ruang kosong pada disk. Terdapat beberapa program yang dapat melakukan perubahan ukuran partisi. Sebagai contoh, FIPS bisa merubah ukuran partisi FAT. Program komersial seperti Partition Magic juga bisa mengubah ukuran jenis partisi lain.

Setelah boot CD-ROM Slackware Linux dan melakukan login, terdapat dua program partisi yang bisa Anda gunakan: fdisk dan cfdisk. cfdisk adalah yang termudah, karena dikendalikan oleh antarmuka berbasis menu. Bagian ini menjelaskan program cfdisk.

Untuk mempartisi hard disk pertama, Anda cukup menjalankan cfdisk. Jika Anda hendak mempartisi disk lain atau disk SCSI, Anda harus menentukan disk mana yang hendak Anda partisi (cfdisk /dev/device). Disk ATA memiliki penamaan seperti berikut: /dev/hdn, dengan “n” diganti oleh sebuah karakter. Contoh “primary master” diberi nama /dev/hda, “secondary slave” diberi nama /dev/hdd. Disk SCSI diberi nama dengan cara berikut : /dev/sdn, dengan “n” diganti oleh karakter perangkat (disk SCSI pertama = a, disk SCSI keempat = d).

Gambar 5.1. Aplikasi partisi cfdisk

Aplikasi partisi cfdisk

Setelah memulai cfdisk, partisi yang ada akan ditampilkan, dan juga jumlah ruang kosong. Daftar partisi bisa dinavigasi dengan tombol panah “panah atas” dan “bawah”. Di akhir layar beberapa perintah akan ditampilkan, yang dapat dipilih dengan tombol panah “kiri” dan “kanan”. Sebuah perintah bisa dieksekusi dengan kunci .

Anda bisa memulai mempartisi Linux dengan memilih “Free Space” dan mengeksekusi perintah “New”. cfdisk akan bertanya apakah Anda akan membuat partisi primer atau logical. Jumlah partisi primer dibatasi hingga empat. Linux bisa diinstall pada kedua jenis partisi. Jika Anda hendak menginstall sistem operasi lain selain Slackware Linux yang membutuhkan partisi primer, disarankan untuk menginstall Slackware pada partisi logical. Jenis dari partisi baru akan ditetapkan sebagai “Linux Native”, sehingga tidak perlu menentukan jenisnya.

Pembuatan partisi swap melibatkan urutan yang sama dengan partisi Linux normal, tetapi jenis partisi harus diganti menjadi “Linux Swap” setelah partisi dibuat. Ukuran yang disarankan untuk partisi swap bergantung dari jumlah memori utama (RAM) Anda. Jika Anda memiliki hard disk dengan ukuran yang cukup besar, disarankan untuk membuat partisi swap berukuran 256MB atau 512MB, yang cukup untuk kebutuhan normal. Setelah membuat partisi, jenis partisi bisa diganti menjadi “Linux Swap” dengan memilih perintah “Type”. Program cfdisk akan bertanya tentang nomor jenis. Partisi “Linux Swap” memiliki nomor 82. Biasanya nomor 82 sudah akan terpilih, sehingga Anda bisa melanjutkan dengan menekan tombol .

Jika Anda puas dengan partisi, Anda bisa menyimpan perubahan dengan mengeksekusi perintah “Write”. Operasi ini harus dikonfirmasikan dengan memasukkan yes. Setelah menyimpan perubahan, Anda bisa keluar dari cfdisk dengan perintah Quit. Disarankan untuk melakukan reboot komputer sebelum memulai installasi, untuk memastikan perubahan partisi sudah berhasil. Tekan + + untuk mematikan Linux dan menjalankan ulang komputer.

5.3. Menginstall Slackware Linux

Program installer Slackware Linux dijalankan dengan mengeksekusi setup pada shell installasi. setup akan menampilkan sebuah menu dengan beberapa pilihan. Anda bisa melihat tampilan gambar dari installer pada Gambar 5.2, “Aplikasi setup”. Setiap opsi diperlukan untuk installasi Slackware Linux yang lengkap, tetapi setelah Anda mulai, program setup akan membimbing Anda pada setiap opsi.

Gambar 5.2. Aplikasi setup

Aplikasi setup

Bagian pertama dari installasi disebut “ADDSWAP”. Aplikasi setup akan melihat partisi dengan jenis “Linux Swap”, dan bertanya kepada Anda apakah Anda memformat dan mengaktifkan partisi swap (lihat gambar Gambar 5.3, “Melakukan setting partisi swap”). Biasanya Anda cukup menjawab “Ya”.

Gambar 5.3. Melakukan setting partisi swap

Melakukan setting partisi swap

Setelah melakukan setting ukuran swap, menu “TARGET” dijalankan, yang dapat Anda lihat pada Gambar 5.4, “Memilih partisi untuk inisialisasi”. Menu ini digunakan untuk menginisialisasi partisi Slackware Linux. Setup akan menampilkan semua partisi dengan jenis “Linux Native”.

Gambar 5.4. Memilih partisi untuk inisialisasi

Memilih partisi untuk inisialisasi

Setelah memilih satu partisi, aplikasi setup akan bertanya apakah Anda hendak memformat partisi atau tidak, dan jika Anda hendak memformatnya, apakah Anda hendak memeriksa disk untuk sektor yang rusak atau tidak (Gambar 5.5, “Memformat partisi”). Menguji disk bisa memakan waktu yang cukup lama.

Gambar 5.5. Memformat partisi

Memformat partisi

Setelah memilih untuk memformat sebuah partisi, Anda bisa menentukan sistem berkas yang akan digunakan (Gambar 5.6, “Memilih jenis sistem berkas”). Biasanya Anda bisa memilih sistem berkas ext2, ext3, dan reiserfs. Ext2 adalah sistem berkas Linux standar untuk beberapa tahun, tetapi tidak mendukung journaling. Sebuah jurnal adalah berkas khusus atau area pada partisi dimana semua operasi sistem operasi dicatat. Ketika sistem mengalami crash, sistem berkas bisa diperbaiki dengan cepat, karena kernel bisa menggunakan log untuk melihat operasi disk yang dilakukan. Ext3 merupakan sistem berkas yang sama dengan Ext2, tetapi menambahkan kemampuan journaling. Reiserfs adalah sistem berkas yang juga menyediakan journaling. Reiserfs menggunakan balanced tree, yang membuat operasi sistem berkas lebih cepat dibandingkan Ext2 atau Ext3, terutama jika bekerja dengan berkas yang kecil. Kerugiannya adalah Reiserfs lebih baru, dan mungkin lebih tidak stabil.

Gambar 5.6. Memilih jenis sistem berkas

Memilih jenis sistem berkas

Partisi pertama yang diinisialisasi secara otomatis di-mount sebagai partisi root (/). Untuk partisi lain, titik mount bisa dipilih setelah inisialisasi. Anda bisa, misalnya membuat partisi terpisah untuk /, /var, /tmp, /home dan /usr. Hal ini menyediakan proteksi tambahan ketika crash. Karena / jarang berubah setelah installasi jika Anda membuat partisi ini, kemungkinan ia akan berada pada saat operasi penulisan ketika crash menjadi lebih kecil. Selain itu, lebih aman untuk membuat sistem berkas terpisah untuk /home. Jika sebuah program memiliki kecacatan keamanan, seorang pengguna bisa menciptakan hard link pada biner dari sebuah program, jika direktori /home berada pada sistem berkas yang sama dengan /{s}bin, /usr/{s}bin, atau /usr/local/{s}bin. Pengguna ini akan tetap mampu mengakses biner lama setelah program di-upgrade.

Langkah berikutnya adalah memilih media sumber (Gambar 5.7, “Memilih media sumber”). Dialog ini menawarkan beberapa pilihan, seperti menginstall Slackware Linux dari CD-ROM atau menginstall Slackware Linux via NFS. Slackware Linux biasanya terinstall dari CD-ROM, sehingga ini yang akan kita lihat lebih dalam. Setelah memilih “CD-ROM” Anda akan ditanya apakah Anda mengijinkan setup mencari CD-ROM dengan sendirinya (“Auto”) atau Anda hendak memilih perangkat CD-ROM Anda sendiri (“Manual”). Jika Anda memilih “Manual” aplikasi setup akan menampilkan daftar perangkat. Pilih perangkat yang berisi CD-ROM Slackware Linux.

Gambar 5.7. Memilih media sumber

Memilih media sumber

Setelah memilih sumber installasi, aplikasi setup akan bertanya seri set disk mana yang hendak Anda install (Gambar 5.8, “Memilih set disk”). Sebuah deskripsi singkat dari masing-masing set disk akan ditampilkan.

Gambar 5.8. Memilih set disk

Memilih set disk

Sekarang hampir saatnya untuk memulai installasi yang sebenarnya. Layar berikutnya akan menanyakan bagaimana cara Anda hendak melakukan installasi. Pilihan yang paling jelas adalah “full”, “menu” atau “expert”. Memilih “full” akan menginstall semua paket pada set disk yang dipilih. Ini adalah cara termudah dalam menginstall Slackware Linux. Kerugian dari pilihan ini adalah bisa memakan ruang yang cukup besar. Pilihan “menu” akan bertanya untuk setiap setnya, paket apa yang hendak Anda install. Opsi “expert” hampir sama dengan opsi “menu”, tetapi mengijinkan Anda untuk tidak memilih beberapa paket yang sangat penting dari set disk “a”.

Setelah selesai tahap installasi, aplikasi setup akan mengijinkan And auntuk mengkonfigurasi beberapa bagian dari sistem. Dialog yang muncul pertama kali akan menanyakan dari mana Anda hendak menginstall kernel (lihat Gambar 5.9, “Menginstall kernel”). Biasanya installasi kernel dilakukan dari CD-ROM Slackware Linux, pilihan ini akan memilih kernel yang Anda pilih untuk Slackware Linux. Anda bisa mengkonfirmasi ini, atau memilih kernel lain.

Gambar 5.9. Menginstall kernel

Menginstall kernel

Pada tahap ini Anda bisa memilih untuk membuat disk boot (Gambar 5.10, “Membuat disk boot”). Disarankan untuk membuat disk boot, Anda bisa menggunakannya untuk melakukan boot Slackware Linux jika konfigurasi LILO salah.

Gambar 5.10. Membuat disk boot

Membuat disk boot

Dialog berikut dapat digunakan untuk membuat sebuah hubungan (link), /dev/modem, yang menunjuk pada perangkan modem Anda. (Gambar 5.11, “Memilih modem default”). Jika Anda tidak memiliki sebuah modem, Anda bisa memilih no modem.

Gambar 5.11. Memilih modem default

Memilih modem default

Langkah berikutnya adalah memilh apakah Anda hendak menggunakan hotplug (Gambar 5.12, “Mengaktifkan hotplugging”). Hotplug digunakan untuk mengkonfigurasi secara otomatis perangkat-perangkat USB, PCMCIA, dan PCI yang bersifat pluggable. Secara umum, disarankan untuk mengaktifkan hotplugging, tetapi beberapa sistem mungkin mengalami masalah dengan proses probing dari script hotplug.

Gambar 5.12. Mengaktifkan hotplugging

Mengaktifkan hotplugging

Langkah berikut sangatlah penting, dialog berikutnya akan membantu Anda dalam menginstall LILO, Linux bootloader. Kecuali Anda sudah berpengalaman dalam mengkonfigurasi LILO, disarankan untuk memilih opsi simple untuk konfigurasi LILO, yang mencoba mengkonfigurasi LILO secara otomatis (Gambar 5.13, “Memilih jenis installasi LILO”).

Gambar 5.13. Memilih jenis installasi LILO

Memilih jenis installasi LILO

Setelah memilih opsi simple utilitas konfigurasi LILO akan menanyakan apakah Anda hendak menggunakan framebuffer atau tidak ((Gambar 5.14, “Memilih resolusi framebuffer”). Menggunakan framebuffer mengijinkan Anda untuk menggunakan konsol pada beberapa resolusi, dengan dimensi lain selain 80x25 karakter. Beberapa orang yang menggunakan konsol secara ekstensif memilih untuk menggunakan framebuffer, yang mengijinkan mereka untuk mempertahankan lebih banyak teks pada layar. Jika Anda tidak menginginkan konsol dengan framebuffer, atau jika Anda tidak yakin, Anda bisa memilih standard pada pilihan ini.

Gambar 5.14. Memilih resolusi framebuffer

Memilih resolusi framebuffer

Setelah melakukan setting framebuffer, Anda bisa memberikan parameter tambahan pada kernel (Gambar 5.15, “Menambahkan parameter kernel”). Hal ini biasanya tidak diperlukan, jika Anda tidak ingin menambahkan parameter tambahan, Anda cukup menekan tombol .

Gambar 5.15. Menambahkan parameter kernel

Menambahkan parameter kernel

Langkah terakhir dari konfigurasi LILO adalah memilih dimana LILO akan diinstall Gambar 5.16, “Memilih dimana LILO akan diinstall”). MBR adalah master boot record, record boot utama dari PC. Gunakan opsi ini jika Anda hendak menggunakan Slackware Linux sebagai satu-satunya sistem operasi, atau jika Anda hendak menggunakan LILO untuk melakukan boot sistem operasi lain. Opsi Root akan menginstall LILO pada boot record dari Slackware Linux partisi /. Gunakan opsi ini jika Anda hendak menggunakan bootloader lain.

Gambar 5.16. Memilih dimana LILO akan diinstall

Memilih dimana LILO akan diinstall

Sekarang Anda akan diminta untuk mengkonfigurasi mouse Anda, Pilih jenis mouse dari dialog yang muncul (Gambar 5.17, “Mengkonfigurasi mouse”).

Gambar 5.17. Mengkonfigurasi mouse

Mengkonfigurasi mouse

Berikutnya Anda akan ditanya apakah program gpm harus dimuat pada saat boot atau tidak (Gambar 5.18, “Memilih apakah GPM akan dijalankan atau tidak”). gpm adalah daemon yang mengijinkan Anda untuk melakukan operaasi cut dan paste teks pada konsol.

Gambar 5.18. Memilih apakah GPM akan dijalankan atau tidak

Memilih apakah GPM akan dijalankan atau tidak

Beberapa langkah berikutnya akan mengkonfigurasi konektivitas jaringan. Langkah ini diperlukan untuk hampir semua sistem yang terhubung ke jaringan. Setup Slackware Linux akan bertanya apakah Anda hendak mengkonfigurasi konektivitas jaringan (Gambar 5.19, “Memilih apakah Anda akan mengkonfigurasi konektivitas jaringan”). Jika Anda menjawab “No” Anda bisa melewatkan beberapa langkah yang berhubungan dengan jaringan.

Gambar 5.19. Memilih apakah Anda akan mengkonfigurasi konektivitas jaringan

Memilih apakah Anda akan mengkonfigurasi konektivitas jaringan

Anda akan ditanya untuk menentukan nama host (Gambar 5.20, “Melakukan setting nama host”). Haarap dicatat bahwa ini bukan fully qualified domain name (FQDN), hanya bagian yang merepresentasikan host (biasanya karakter sebelum titik pertama dalam bentuk FQDN).

Gambar 5.20. Melakukan setting nama host

Melakukan setting nama host

Setelah menentukan nama host, Anda bisa mnentukan nama bagian domain dari fully qualified domain name (FQDN) (Gambar 5.21, “Melakukan setting nama domain”).

Gambar 5.21. Melakukan setting nama domain

Melakukan setting nama domain

Sisa dari langkah konfigurasi jaringan tergantung dari apakah node pada konfigurasi gambar menggunakan alamat IP statik atau dinamis. Beberapa jaringan memiliki server DHCP yang secara otomatis memberikan alamat IP pada host di jaringan. Jika ini kasusnya, maka pilih DHCP selama langkah installasi (Gambar 5.22, “Konfigurasi alamat IP manual atau otomatis”). Ketika DHCP dipilih, Anda akan ditanya apakah sebuah nama host harus dikirimkan ke server. Biasanya Anda bisa mengosongkan bagian ini. Jika Anda menggunakan DHCP, Anda bisa melewatkan beberapa bagian dari konfigurasi jaringan yang dijelaskan dibawah ini.

Jika jaringan tidak memiliki server DHCP, Anda bisa memilih opsi static IP. uamh mengijinkan Anda menentukan alamat IP dan setting yang berhubungan secara manual.

Gambar 5.22. Konfigurasi alamat IP manual atau otomatis

Konfigurasi alamat IP manual atau otomatis

Langkah pertama dari konfigurasi manual adalah menentukan alamat IP dari antarmuka pertama (eth0) dari mesin (Gambar 5.23, “Melakukan setting alamat IP”).

Gambar 5.23. Melakukan setting alamat IP

Melakukan setting alamat IP

Setelah melakukan setting alamat IP, Anda akan ditanya untuk memasukan netmask. Netmask biasanya bergantung pada kelas alamat IP (Gambar 5.24, “Melakukan setting netmask”).

Gambar 5.24. Melakukan setting netmask

Melakukan setting netmask

Berikutnya Anda akan ditanya untuk menentukan alamat dari gateway (Gambar 5.25, “Melakukan setting gateway”). Gateway adalah mesin pada jaringan yang menyediakan akses ke jaringan lain dengan merutekan paket IP. Jika jaringan Anda tidak memiliki gateway, Anda cukup menekan tombol .

Gambar 5.25. Melakukan setting gateway

Melakukan setting gateway

Dialog berikutnya menanyakan kepada Anda apakah Anda hendak menggunakan nameserver atau tidak (Gambar 5.26, “Memilih apakah Anda hendak menggunakan nameserver atau tidak”). Sebuah nameserver adalah sebuah server yang menyediakan alamat IP dari sebuah nama host. Sebagai contoh, jika Anda berkunjung ke www.slackbasics.org, nameserver akan “convert” nama www.slackbasics.org menjadi alamat IPnya.

Gambar 5.26. Memilih apakah Anda hendak menggunakan nameserver atau tidak

Memilih apakah Anda hendak menggunakan nameserver atau tidak

Jika Anda memilih untuk menggunakan nameserver, Anda akan diberi kesempatan untuk menentukan alamat IP dari nameserver (Gambar 5.27, “Melakukan setting nameserver”).

Gambar 5.27. Melakukan setting nameserver

Melakukan setting nameserver

Layar terakhir konfigurasi jaringan menyediakan gambaran dari setting, memberikan kesempatan bagi Anda untuk memperbaiki setting yang memiliki kesalahan (Gambar 5.28, “Mengkonfirmasi setting jaringan”).

Gambar 5.28. Mengkonfirmasi setting jaringan

Mengkonfirmasi setting jaringan

Setelah konfigurasi jaringan, Anda bisa menentukan perangkat mana yang harus dijalankan (Gambar 5.29, ?Mengaktifkan/menonaktifkan layanan yang dijalankan saat startup?). Anda bisa memberikan tanda atau menghilangkan tanda dengan tombol .

Gambar 5.29. Mengaktifkan/menonaktifkan layanan yang dijalankan saat startup

Mengaktifkan/menonaktifkan layanan yang dijalankan saat startup

Biasanya, waktu sistem diset ke zona waktu UTC pada sistem berbasis UNIX. Jika ini kasusnya, pilih Yes pada langkah selanjutnya (Gambar 5.30, “Memilih apakah jam diset ke UTC”). Jika Anda juga menggunakan sistem operasi yang tidak berbasis UNIX pada sistem yang sama, seperti Windows, disarankan untuk memilih No, karena beberapa sistem operasi PC tidak bekerja dengan waktu sistem dan waktu perangkat lunak yang berbeda.

Gambar 5.30. Memilih apakah jam diset ke UTC

Memilih apakah jam diset ke UTC

Anda akan diberi kesempatan untuk memilih zona waktu (Gambar 5.31, “Melakukan setting zona waktu”). Hal ini sangat penting terutama pada sistem yang memiliki waktu sistemnya diset ke UTC, tanpa memilih zona waktu yang benar, maka waktu pada perangkat lunak tidak akan sama dengan waktu lokal.

Gambar 5.31. Melakukan setting zona waktu

Melakukan setting zona waktu

Jika Anda menginstall X Window System Anda bisa menentukan window manager default (Gambar 5.32, “Memilih window manager default”). Fungsionalitas paling dasar dari window manager adalah menyediakan fungsionalitas window dasar seperti title bar. Tetapi beberapa opsi seperti KDE, menyediakan lingkungan desktop yang lengkap.

Gambar 5.32. Memilih window manager default

Memilih window manager default

Langkah terakhir adalah menentukan kata sandi root (Gambar 5.33, “Melakukan setting kata sandi root”). Setup akan menanyakan apakah Anda hendak menentukannya atau tidak. Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya, dan tanpa kata sandi root, sistem Anda sangat tidak aman.

Gambar 5.33. Melakukan setting kata sandi root

Melakukan setting kata sandi root

Pada tahap ini, Anda sudah menyelesaikan installasi Slackware Linux. Anda bisa reboot sistem untuk memulai sistem Slackware Linux baru Anda. Tidak sulit bukan? ;-)

Gambar 5.34. Selesai

Selesai

LANGKAH-LANGKAH MENGINSTAL LINUX DEBIAN

LANGKAH-LANGKAH MENGINSTAL LINUX DEBIAN:
LANGKAH I
Persiapan Menginstall Linux (Debian)
Nyalakan komputer, kemudian tekan [delete] untuk masuk ke bios,
Setelah di dalam bios, pilih menu
BIOS FEATURES SETUP
tekan [ENTER]
Setelah itu pilihlah menu Boot Sequence agar menjadi CDROM,C,A
[ESC]
Pilih,
SAVE & EXIT SETUP
tekan [ENTER]
tekan y [ENTER]
Maka komputer akan mulai booting kembali dengan boot sequence pertama ke CDROM.
Masukkan CD debian yang ada kedalam CDROM.
LANGKAH II
Boot dari CD
Setelah memasukkan CD ke dalam CDROM maka tinggal tunggu CD boot.
Setelah komputer boot ke CD, akan muncul tampilan sebagai berikut:
Welcome to Deal
This is debian ...........................................
..........................................................
boot:_ [ENTER]
LANGKAH III
Pilihan Awal Penginstallan
Setelah itu komputer akan loading...
Tunggu sampai muncul tulisan sebagai berikut:
' Choose The Language '
Pilih bahasa (disarankan bahasa inggris - en). [ENTER]
' Choose Language Variant '
Pilih ' English (United States) ' [ENTER].
' Relase Notes '
Pilih [ENTER].
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure the Keyboard
tekan [ENTER].
' Select a Keyboard '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pilih,
qwerty/us : U.S. English (QWERTY)
[ENTER]
LANGKAH IV
Menentukan Partisi Hardisk
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
pilih,
Previous: Partition a Hard Disk
[ENTER]
' Select Disk Drive '
pilih,
/dev/hda
[ENTER]
' Lilo Limitations '
[ENTER]
' Note on additional space for the ReiserFS Journal '
[ENTER]
Akan muncul tampilan partisi yang ada pada hard Disk hda, dengan informasi ini anda akan mengetahui letak partisi swap dan letak partisi tempat anda akan meletakkan '/' (root).
pilih [ Quit ]
dengan menggerakan/menekan panah kearah kanan. [ENTER]
LANGKAH V
Menginisialisasi Partisi Swap
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
[ENTER]
' Scan for Bad Blocks? '
pilih [ENTER]
' Are You Sure? '
pilih [ENTER]
LANGKAH VI
Memilih jenis File System pada Partisi Linux
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize a Linux Partition
[ENTER]
' Choose Filesystem Type '
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,
Ext3 : Next Generation of Ext2, a journaling filesystem
[ENTER]
' Select Partition '
Pilih partisi yang akan dijadikan "Ext3"
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,
/dev/hda2 : Linux native
[ENTER]
' Scan for Bad Blocks? '
pilih [ENTER]
' Are You Sure? '
Perhatikan baik-baik apakah benar yang anda pilih /dev/hda2 sebagai "Ext3" kalau sudah benar
pilih [ENTER]
' Mount as the Root Filesystem? '
pilih [ENTER]
LANGKAH VII
Menginstall Kernel dan Modulnya
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Install kernel and Driver Modules
[ENTER]
' Select Installation Medium '
pilih,
cdrom : CD-ROM drive
[ENTER]
' Please insert the CD-ROM '
pilih [ENTER]
' Please Wait '
' Select Archive path '
Pilih directory tempat menginstall kernel.
/instmnt/dists/woody/main/disks-i386/current
[ENTER]
' Please Wait '
LANGKAH VIII
Memilih Driver
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure Device Driver Modules
[ENTER]
' Note about loaded drivers '
pilih, [ENTER]
' Select Category '
Akan tampil pilihan-pilihan module yang akan di pilih,
1. Pilih ' kernel/drivers/input Input Devices. ' [ENTER]
' Select kernel/driver/input modules '
pilih,
' kebdev - Keyboard support ' [ENTER]
' kebdev '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
pilih,
' mousedev - Mouse support ' [ENTER]
' mousedev '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
2. Pilih ' kernel/drivers/net Drivers for network interface cards ' [ENTER]
' Select kernel/drivers/net modules '
carilah ' eepro100 ' [ENTER]
' eepro100 '
pilih, [ENTER]
atau bila gagal bisa coba bonding
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa. [ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
3. Pilih ' kernel/fs/msdos
MS-DOS file system ' [ENTER]
' Select kernel/fs/msdos modules '
pilih, ' msdos - PC BIOS ' [ENTER]
' msdos '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
4. Pilih ' kernel/arch/1386/kernel i386-base drivers. ' [ENTER]
pilih, ' apm ' [ENTER]
' apm '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
pilih, ' cpuid ' [ENTER]
' cpuid '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
Pilih, ' Exit ' [ENTER]
LANGKAH IX
Mengkonfigurasi Jaringan
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure the network
[ENTER]
' Choose The Hostname '
Ganti tulisan ' Debian ' dengan ' LAB-OS-27-*** '
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]
' Automatic Network Configuration '
pilih, [ENTER]
' Choose the IP Address '
Ganti tulisan default-nya dengan ' 152.118.27.*** '
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]
' Choose Network Mask '
Tidak usah diganti.
[ENTER]
' What is your IP gateaway address? '
152.118.27.1
[ENTER]
' Choose Domain Name '
Tulis ' cs.ui.ac.id '
[ENTER]
' Choose the DNS Server Addresses '
Ganti dengan ' 152.118.24.2 '
[ENTER]
LANGKAH X
Menginstall Base System
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di
highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Install the base system
[ENTER]
' Select Installation Medium '
pilih,
' cdrom : CD-ROM drive '
[ENTER]
' Please insert the CD-ROM '
pilih, [ENTER]
' Select Archive path '
Pilih directory untuk menginstall base sistem.
/instmnt
[ENTER]
' Installing Base System, please wait '
Tunggulah sampai selesai menginstall.
LANGKAH XI
Membuat System Menjadi Bootable
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Make System Bootable
[ENTER]
' When should the LILO boot loader be installed ? '
Pilih,
/dev/hda : Install LILO in the MBR (use this if unsure).
[ENTER]
' Other bootable partitions '
Pilih,
Include Put all into the menu.
[ENTER]
' Securing LILO '
[ENTER]
LANGKAH XII
Membuat Boot Floppy
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Make a Boot Floppy
Masukkan disket(dalam keadaan baik)ke dalam floppy disk
[ENTER]
' Change Disk '
[ENTER]
Tunggulah sementara sedang membuat boot floppy
LANGKAH XIII
Mereboot Komputer
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Reboot The System
[ENTER]
' Reboot The System? '
Pilih,
Yes [ENTER]
Kemudian keluarkan disket dari floppy disk, sementara komputer sedang reboot.
Keluarkanlah cd deal dari cdrom.
Tunggu sampai muncul lilo boot seperti dibawah ini,
Linux
WIN/Dos
Pilih Linux [ENTER]
LANGKAH XIV
Konfigurasi System Debian
Kemudian akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini :
' Debian System Configuration '
[ENTER]
' TimeZone Configuration '
Is the hardware clock set to GMT
Pilih,
[ENTER]
What area do you life in?
Pilih,
Asia [ENTER]
Select a city or time zone:
Pilih,
Jakarta [ENTER]
' Password setup '
Shall I enable md5 passwords?
Pilih,
[ENTER]
Shall I enable shadow passwords?
Pilih,
[ENTER]
Enter a password for the root:
Isi saja dengan 12345
[ENTER]
Re-enter password to verify:
Isi lagi dengan 12345
[ENTER]
Shall I create a normal user account now?
Pilih,
[ENTER]
' Debian System Configuration '
Shall I remove the pcmcia packages?
Pilih,
[ENTER]
Do you want to user a PPP connection to install the system.
Pilih,
[ENTER]
' Apt Configuration '
Choose the method apt should user to access to Debian archive:
Pilih,
cdrom [ENTER]
Masukkan cd deal ke dalam cdrom.
Enter CD ROM device file:
/dev/cdrom [ENTER]
Scan another CD?
pilih [ENTER]
Add another apt source?
pilih [ENTER]
Use security updates from security.debian.org?
pilih [ENTER]
Run tasksel?
pilih [ENTER]
Run dselect?
pilih [ENTER]
Run dselect?
pilih, [ENTER]
Tunggu sementara sedang mengkonfigurasi paket apa saja yang akan diambil,
sampai ada tulisan seperti di bawah ini :
Do you want to continue? [Y/n]
Ketikan y [ENTER]
Do you want to erase any previous downloaded.deb files? [Y/n]
Ketik,
y [ENTER]
Please enter to continue
[ENTER]
I can do .....
[---Please return---]
[ENTER]
You must choose one of the options below:
Enter value (default='1', 'x' to restart):
Ketik,
5 [ENTER]
'Debian System Configuration '
Have fun !
Thank you for choosing Debian.
[ENTER]
LANGKAH XV
Login
Nanti akan muncul pesan seperti dibawah ini:
LAB-OS-27-**** login :
(**** sesuai dengan komputer tempat anda menginstall)
Coba masukkan login root dan passwordnya.
Setelah itu kita akan mencoba menginstall paket.
Cara menginstallnya adalah dengan cara sebagai berikut:
ketik perintah ini di console:
apt-get install "nama paket" [ENTER]
Sebagai contoh kita akan mencoba menginstall lynx.
Jadi yang harus diketikkan adalah sebagai berikut :
apt-get install lynx [ENTER]
Do you want to continue? [Y/n]
ketikan y [ENTER]

Kamis, 17 Desember 2009

ELEKTRONIKA DASAR
kapasitor
105J
1. TEORI DASAR
Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut.
Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.
dielektrik elektroda elektroda
Prinsip dasar kapasitor
ELEKTRONIKA DASAR
2
2. KAPASITANSI
Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
Q = C V
............................................................................ (2.1)
C = nilai kapasitansi dalam F (farad)
V = besar tegangan dalam V (volt)
Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut :
......................................................... (2.2)
C = (8.85 x 10) (k A/t) -12
Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan.
Tabel 2.1 Konstanta bahan (k)
Udara vakum
k = 1
Aluminium oksida
k = 8
Keramik
k = 100 - 1000
Gelas
k = 8
Polyethylene
k = 3
Untuk rangkaian elektronik praktis, satuan farad adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : μF, nF dan pF.
1 Farad = 1.000.000 μF (mikro Farad)
1 μF = 1.000.000 pF (piko Farad)
1 μF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
ELEKTRONIKA DASAR
3
1 pF = 1.000 μμF (mikro-mikro Farad)
1 μF = 10 F-6
1 nF = 10 F-9
1 pF = 10 F-12
Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047μF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.
Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Simbolnya
Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).
Simbolnya 105J
3. Wujud dan Macam Kondensator
Berdasarkan kegunaannya kondensator di bagi menjadi :
1. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah)
2. Kondensator elektrolit (Electrolit Condenser = Elco)
3. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah)
Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100μF25v yang artinya kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 μF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt.
Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka, satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47,
ELEKTRONIKA DASAR
4
maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000, 5 = 100.000 dan seterusnya.
Contoh :
104
105
222
104 = 10 x 10.000
= 100.000 pF
= 100 nF
105 = 10 x 100.000
= 1.000.000 pF
= 1.000 nF
= 1 μF
222 = 22 x 100
= 2.200 pF
= 2,2 nF atau
= 2n2
Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor.
Tabel 2.4 Kode Warna Kapasitor
Warna
Nilai
Hitam
0
Coklat
1
Merah
2
Orange
3
Kuning
4
Hijau
5
Biru
6
Ungu
7
Abu-abu
8
Putih
9
Contoh :
coklat, hitam, orange
coklat
hitam
orange
Nilainya
1
0
3
103
103 = 10 x 1.000
= 10.000 pF
= 10 nF = 0,01 μF
ELEKTRONIKA DASAR
5
Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Pada tabel 2.3 diperlihatkan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan tabel tersebut pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co .
Tabel 2.2 Kode karakteristik kapasitor kelas I
Koefisien Suhu
Faktor Pengali Koefisien Suhu
Toleransi Koefisien Suhu
Simbol
PPM per Co
Simbol
Pengali
Simbol
PPM per Co
C
0.0
0
-1
G
± 30
B
0.3
1
-10
H
± 60
A
0.9
2
-100
J
± 120
M
1.0
3
-1000
K
± 250
P
1.5
4
-10000
L
± 500
*PPM = Part per Million
Tabel 2.3 Kode karakteristik kapasitor kelas II dan III
suhu kerja minimum
suhu kerja maksimum
Toleransi Kapasitansi
Simbol
Co
Simbol
Co
Simbol
Persen
Z
+10
2
+45
A
± 1.0%
Y
-30
4
+65
B
± 1.5%
X
-55
5
+85
C
± 2.2%
6
+105
D
± 3.3%
7
+125
E
± 4.7%
8
+150
F
± 7.5%
9
+200
P
± 10.0%
R
± 15.0%
ELEKTRONIKA DASAR
6
S
± 22.0%
T
+ 22% / -33%
U
+ 22% / -56%
V
+ 22% / -82%
Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya kapasitor 10uF25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R, maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat di dalam datasheet.
4. RANGKAIAN KAPASITOR
Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara seri.
C1C2C3
Pada rangkaian kapasitor yang dirangkai secara seri berlaku rumus :
C31C21C11C1TOTAL++=
................................................................... (2.3)
ELEKTRONIKA DASAR
7
Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara paralel.
C1 C2C3
Pada rangkaian kapasitor paralel berlaku rumus :
................................................................... (2.4)
CTOTAL = C1 + C2 + C3
5. FUNGSI KAPASITOR
Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian :
1. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS)
2. Sebagai filter dalam rangkaian PS
3. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna
4. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon
5. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar
6. TIPE KAPASITOR
Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical.
􀂾 Kapasitor Electrostatic
Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa μF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester
ELEKTRONIKA DASAR
8
(polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya.
Mylar, MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.
􀂾 Kapasitor Electrolytic
Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan - di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda.
Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa, seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya.
Kapasitor Elco
ELEKTRONIKA DASAR
9
Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan electrolyte (katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar.
Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan yang paling banyak dan murah adalah aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain, yang sering juga disebut kapasitor elco.
Bahan electrolyte pada kapasitor tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat, maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.
􀂾 Kapasitor Electrochemical
Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah battery dan accu. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk aplikasi mobil elektrik dan telepon selular.

Rabu, 09 Desember 2009

Instalasi Acrobat Reader 7 di Ubuntu Linux

Buka-buka file PDF dengan XPDF rasanya minimalis banget. Iseng-iseng buka adobe, ternyata sudah ada Acrobat Reader 7 untuk Linux. Akhirnya saya download dari http://www.adobe.com/products/acrobat/readstep2.html.

Dapat file AdbeRdr70_linux_enu.tar.gz berukuran 38 MB dan dengan Speedy Telkom bisa diambil dalam waktu lumayan cepet.

Langkah selanjutnya adalah melakukan uncompress dengan perintah # tar -zxpf AdbeRdr70_linux_enu.tar.gz yang akan menghasilkan folder AdobeReader yang berisi 5 buah file, yaitu :

  1. COMMON.TAR
  2. ILINXR.TAR
  3. INSTALL
  4. LICREAD.TXT
  5. README

Untuk melakukan instalasi tinggal double click file install yang akan menjalankan script instalasi.

Ikuti saja langkah-langkah install melalui wizard. Mudah kok. Kalau kurang jelas bisa membuka file readme yang bisa dibaca dengan Text Reader.

Feature Acrobat Reader tentu saja lebih lengkap dan bisa menjadi pilihan bagi pengguna Acrobat Reader di Windows.

Muhammad Rivai Andargini http://www.vavai.com

Sabtu, 05 Desember 2009

Cara Crack IDM

Untuk Cara Crack Software IDM 5.14 ikuti instruksi dibawah ini :

  • Pertama kali anda download IDM 5.14 dari d60pc website ;)
  • Kemudian Install : idman514.exe
  • Setelah berhasil ( selesai ) instal IDM v 5.14, kemudian close ( exit )
  • Kemudian pada isi dari folder Fix_Unreal di COPY ke dalam directory C:\Program Files\Internet Download Manager
  • Lalu di buka TBE.patch.exe , lalu pilih menu PATCH
  • Selesai, kini anda sudah mempunyai Software Internet Download Manager v 5.14 terbaru secara Full Version seharga $ 24.95 ;)

Ini contoh Screenshot Saya yang sudah saya Install

idm 5.14

Jumat, 04 Desember 2009

Cara Menginstal IDM Yang Benar

Cara Update dan Install IDM Yang Benar

Berhubung banyaknya komeng... eh maksud saya komen melalui email yang menanyakan tentang cara update + Install IDM (Internet Download Manager) yang software "bajakannya" saya posting di http://sulae.blogspot.com/2009/05/free-download-internet-download-manager.html, karena kebanyakan temen-temen udah download tapi ndak berhasil dalam "penginstalan yang benar" sehingga hasilnya IDM-nya masih dianggap trial, atau bahkan ndak bisa sama sekali karena ID yang dipake udah gak valid lagi.... :gigi: Sabar boss.... Banyak jalan menuju Roma.... Karena Roma ada dimana-mana

Lanjut..... kalo haus minum teh angetnya dolo... minum

Berikut adalah tatacara penginstalan IDM yang benar....

Untuk yang new user alias kompi/laptopnya belum terinstall IDM sama sekali atau dengan kata laen masih perawan dari IDM :piss: :
  1. Download dolo IDM terbarunya di http://sulae.blogspot.com/2009/05/free-download-internet-download-manager.html
  2. Extrak file tersebut... akan ada 1 file dan 1 folder bernama patch yang di dalamnya ada 1 file.
  3. Tutup semua browser
  4. Matikan koneksi internet
  5. Installah IDM seperti biasa
  6. Ok, saya anggap penginstalan IDM Trial udah beres... Ingat ini baru trial lo... :gigi: Belum di full version kan....
  7. Sekarang tutup aplikasi IDM ini, close aja semua... cek icon IDM di deket jam, pojok kanan bawah. Klo masih ada klik kanan pilih exit. Masih belum yakin, silahken klik ctrl+alt+del, buat buka task manager, terus cari proses IDMan.exe, klo ada silahken di end process.
  8. Kalo sudah yakin Om IDM udah gak jalan, sekarang buka folder Patch, trus file Patch 5.xx (2008-12-06).exe yang ada di dalam folder tersebut dipindahkan (copy-paste) ke folder IDM di install, biasanya berada di C:\Program Files\Internet Download Manager.
  9. Setelah di paste, jalankan Patch 5.xx (2008-12-06).exe tersebut dan klik tombol patch, tunggu sampe selesai.... dan tutup patch tersebut....
  10. Selamat..... Sekarang IDM tersebut udah Full Version.... peluk
Nah ini gambarnya....

Please click at picture to enlarge size

Mari... Kita lanjutkan untuk penginstalan yang benar bagi temen-temen yang kebetulan PC/Laptopnya udah gak perawan lagi alias udah di install IDM, hehehehe :gigi:.
  1. Sebelum menginstall yang baru, maka pastikan terlebih dahulu IDM yang ada mesti/harus/wajib di uninstall, dibersihkan, sampe sebersih-bersihnya.
  2. Tutup aplikasi IDM-nya, pokoknya sampe yakin om IDM-nya ndak jalan di belakang layar, silahken cek icon IDM deket jam pojok kanan bawah, kalo ada silahken klik kanan pilih exit. Kalo masih belum yakin buka taks manager (klik ctrl+alt+del) cari proses IDMan.exe klo ada silahken di end process klo ndak ada syukurlah, berarti kita bisa masuk ke langkah berikutnya.
  3. Download software perfect uninstaller di ziddu untuk penjelasan lebih lanjut bisa baca di postingan saya yang ini http://sulae.blogspot.com/2009/07/free-download-perfect-uninstaller.html
  4. Install Perfect Uninstaller, setelah itu jalankan.
  5. Uninstall IDM sampeyan dengan menggunakan software tersebut, biar afdol dan yakin bersih sampe ke akar-akarnya.
  6. Setelah di unsinstall, restart PC/Laptop anda.
  7. Selesai.... IDM udah bersih, selanjutnya adalah penginstalannya. Untuk caranya, silahken sampeyan ikuti tutorial install di PC/Laptop yang masih perawan. :gigi:

CARA MENGINSTAL VIRTUAL PC 2007

Langkah 1
Begin the installation. Memulai instalasi. Start Virtual PC 2007, select "New" and select "Next." Buat Virtual PC 2007, pilih "New" dan pilih "Next." Then select whether to "Create a virtual machine," which starts a wizard to configure a new virtual machine. Kemudian pilih apakah akan "Buat mesin virtual," yang memulai wizard untuk mengkonfigurasi mesin virtual yang baru. Selecting "Use the default settings to create a virtual machine" bypasses the wizard and installs a default virtual machine without a virtual hard drive, which is a more advanced process requiring additional expertise. Memilih "Gunakan pengaturan default untuk menciptakan mesin virtual" bypasses wizard dan menginstal default mesin virtual tanpa hard drive virtual, yang merupakan proses yang lebih maju membutuhkan keahlian tambahan. Click "Add an existing virtual machine" to point to a virtual machine created on another machine and add it to the Virtual PC 2007 Console for use on your computer. Klik "Tambahkan mesin virtual yang ada" untuk menunjuk pada sebuah mesin virtual yang dibuat di komputer lain dan menambahkannya ke Virtual PC 2007 Console untuk digunakan pada komputer Anda.

Step 2 Langkah
2 Langkah 2 Create a new virtual machine. Buat mesin virtual baru. Select "Create a virtual machine," then choose "Next." Pilih "Buat mesin virtual," kemudian pilih "Next." Provide a name and location for the new virtual machine. Berikan nama dan lokasi untuk mesin virtual baru. By default, the virtual machine files will be located in the "My Virtual Machines" folder in the default user file folder. Secara default, file-file mesin virtual akan berlokasi di "My Virtual Machines" folder dalam file pengguna default folder. You can also select "Browse" to choose a different location. Anda juga dapat memilih "Browse" untuk memilih lokasi yang berbeda. Virtual machines and their associated virtual hard drives can require large amounts of space, and so be sure to select a location with sufficient storage. Mesin virtual dan yang terkait virtual hard drive dapat memerlukan sejumlah besar ruang, dan jadi pastikan untuk memilih lokasi penyimpanan yang memadai. Select "Next." Pilih "Next."

Langkah 3
Select the type of operating system to install. Pilih jenis sistem operasi untuk menginstal. Virtual PC 2007 is optimized for Microsoft operating system, and every version from Windows NT Workstation through Windows Vista is officially supported, including the various server operating systems. Virtual PC 2007 ini dioptimalkan untuk sistem operasi Microsoft, dan setiap versi dari Windows NT Workstation melalui Windows Vista secara resmi didukung, termasuk berbagai sistem operasi server. The option "Other" is for non-Microsoft operating systems such as Linux, and may or may not work without issues. Opsi "Lainnya" adalah non-sistem operasi Microsoft seperti Linux, dan mungkin atau tidak dapat berfungsi tanpa masalah. Defaults for the selected operating system are displayed. Default untuk sistem operasi yang dipilih akan ditampilkan. Select an operating system, and then click "Next." Pilih salah satu sistem operasi, dan kemudian klik "Next." Step 4 Langkah 4

Langkah 4
Allocate RAM for the virtual machine. Mengalokasikan RAM untuk mesin virtual. Virtual PC 2007 utilizes part of your computer's system RAM for the virtual machine. Virtual PC 2007 menggunakan bagian dari sistem komputer Anda RAM untuk mesin virtual. Use the recommended setting if you will be using the virtual machine in a typical configuration, or select "Adjusting the RAM" to set the amount manually. Gunakan pengaturan yang direkomendasikan jika Anda akan menggunakan mesin virtual dalam konfigurasi khas, atau pilih "Menyesuaikan RAM" untuk mengatur jumlah secara manual. If you choose to configure the RAM yourself, either type an amount in the field or slide the pointer to the desired amount. Jika Anda memilih untuk mengkonfigurasi RAM sendiri, baik jenis jumlah yang di lapangan atau geser pointer ke jumlah yang dikehendaki. Remember that the more RAM allocated to your virtual machine, the less that will be available for your computer's other operations. Ingatlah bahwa semakin banyak RAM yang dialokasikan untuk mesin virtual Anda, semakin sedikit yang akan tersedia untuk komputer Anda operasi lain. Click "Next." Klik "Next."

Step 5 Langkah 5
Create a virtual hard drive. Membuat virtual hard drive. If you have a virtual machine already installed on your system, you can choose to use its existing virtual hard drive. Jika Anda memiliki mesin virtual telah terinstal di sistem anda, anda dapat memilih untuk menggunakan hard disk virtual yang ada. Otherwise, select "A new virtual hard drive" and click "Next." Jika tidak, pilih "A new virtual hard disk" dan klik "Next." By default, your virtual hard drive will be placed in the same location as your virtual machine. Secara default, harddisk virtual Anda akan ditempatkan di lokasi yang sama sebagai mesin virtual. If you would like to save it in a different location, select "Browse" and choose a different file folder. Jika Anda ingin menyimpannya di lokasi yang berbeda, pilih "Browse" dan pilih folder file yang berbeda. Either accept the default virtual hard disk size, or type in a desired value. Entah menerima default ukuran virtual hard disk, atau ketik nilai yang dikehendaki. Remember that this virtual drive will also take space from the selected physical hard drive. Ingat bahwa virtual drive ini juga akan mengambil ruang dari hard drive fisik yang dipilih. Click "Next," then "Finish." Klik "Next," kemudian "Finish."

Step 6 Langkah
6 Install the operating system. Instal sistem operasi. You can install from either a physical CD or DVD , from a floppy or from an image located on a local or network drive. Anda dapat menginstal fisik baik dari CD atau DVD, dari floppy atau dari sebuah gambar yang terletak di lokal atau drive jaringan. To install from a physical disk, click "Start" at the Virtual PC 2007 Console and then select "CD," then "Use Physical Disk X" where "X" represents the drive letter of your CD or DVD. Untuk menginstal dari sebuah disk fisik, klik "Start" di Virtual PC 2007 Konsol dan kemudian pilih "CD," lalu "Gunakan Disk Fisik X" dimana "X" mewakili huruf drive dari CD atau DVD. Make sure a bootable operating system install disk is in the drive. Pastikan sistem operasi sebuah bootable disk instal di drive. To install from an image, select "CD," then "Capture ISO Image" and select the image from the file system. Untuk menginstal dari sebuah gambar, pilih "CD," lalu "Capture ISO Image" dan pilih gambar dari sistem file. To install from a floppy disk, select "Floppy," then "Capture Floppy Disk Image" Install the operating system according to its normal process. Untuk menginstal dari sebuah floppy disk, pilih "Floppy," lalu "Capture Floppy Disk Image" Instal sistem operasi sesuai dengan proses normal. Step 7 Langkah 7 Configure the virtual machine. Mengkonfigurasi mesin virtual. Once the operating system has finished installing and the virtual machine has been created, select "Settings" to access a number of configuration options. Setelah sistem operasi telah selesai menginstal dan mesin virtual telah dibuat, pilih "Settings" untuk mengakses sejumlah opsi konfigurasi. You can change the name of the virtual machine, make adjustments to RAM, virtual hard drives and various other system components, and set the default display resolution. Anda dapat mengubah nama dari mesin virtual, melakukan penyesuaian untuk RAM, virtual hard drive dan komponen berbagai sistem lainnya, dan mengatur resolusi layar default.

Minggu, 22 November 2009

INSTAL OFFICE 2003

INSTALL OFFICE 2003+2007

Tidak dipungkiri bahwa program office adalah program yang paling favorit oleh para pengguna komputer khusunya yang beroperasi dengan windows. Tapi kebanyakan operator alias pengguna komputer apalagi yang baru tahap belajar atau bahkan sudah lama pegang komputer enggan menggunakan atau meng upgrade software-software yang digunakan. Contohnye nih office 2003 ke office 2007, alasannya gak mau ah dengan tampilan baru kan musti belajar lagi.
Sebaiknya kita mengikuti perkembangan lah…. Untuk belajar program yang baru dan tidak meninggalkan yang lama, tidak salah jika kita menginstal kedua versi dalam satu sistem sehingga bisa berjalan bersama-sama.
Pertama kita instal dulu office 2003 hingga rampung dan baru kemudian install yang versi 2007. Sederhana sekali, setelah memasukkan serial number Office 2007, Anda jangan pilih "Upgrade" tapi pilihlah "Customize" dan selanjutnya, jangan membuang ("remove") program office sebelumnya, "Not uninstall previous versions". Selanjutnya tinggal tekan "next" dan keadua office itu pun bisa jalan bareng.
Hal yang Anda temukan saat membuka salah satu program office (atau mungkin keduanya), biasanya ada tampilan instalasi. Untuk mengatasi hal tersebut maka tahapan terakhir adalah menambahkan beberapa entri pada Registry agar kedua versi Office ini dapat berjalan berdampingan. Caranya sangat mudah, tinggal jalankan Run pada Windows atau bisa juga dengan tombol shortcut Windows + R.
Pada kotak dialog Run yang muncul, ketikan perintah berikut ini:
  • reg add HKCU\Software\Microsoft\Office\11.0\Word\Options /v NoReReg /t REG_DWORD /d 1
  • Tekan Enter lalu ketikan lagi perintah berikut ini:
  • reg add HKCU\Software\Microsoft\Office\12.0\Word\Options /v NoReReg /t REG_DWORD /d 1
  • Enter dan restart kembali Windows.
Sampai tahap ini kita sudah dapat menggunakan kedua versi Office, baik Office 2003 maupun Office 2007 secara berdampingan dalam satu Windows.

INSTAL WINDOWS XP2

Buat install Windows Xp sp2 komputer loe, spesifikasi minumum kamputer loe harus
* Prosesor Pentium 1.5 Ghz/AMD yang setara
* CDROM/DVDROM drive
* RAM 128 MB
1. Siapin dulu CD master Windows XP lalu masukin ke dalam CDROM/DVDROM. lalu Restart komputer loe, setelah itu, untuk masuk BIOS(Basic Input Output System)dalam komputer loe tekan tombol Delete pada keyboard. tapi pada mainboard lain menggunakan tombol F12




2. Lalu loe akan berada dalam BIOS dan pilih Boot pada menu dan pilih item Boot Device Priority seperti tampak pada gambar2 diatas.

3. Ubahlah [CDROM] pada posisi 1st Boot Device untuk boot melalui CDROM dengan menggunakan tombol +- di keyboard.Lalu tekan F10 untuk menyimpan konfigurasi yang telah loe ubah


4. Setelah itu, Restart komputer dan tunggu sebentar lalu tekan sembarang tombol dengan cepat.

5. Setelah muncul tampilan berikut, tekan Enter untuk lanjut proses instal atau R untuk melakukan reparasi Windows di Recovery Consule atau F3 untuk mengakhiri proses instal.

6. Sekarang lanjutin pada Lisencing Agreement dan tekan F8 untuk lanjut dan ESC untuk batalkan proses.



7. Kalo uda pada gambar posisi partisi belum terisi oleh sistem windows dan masih kosong. Lalu loe tekan C untuk membuat partisi baru pada harddisk dan Enter untuk menginstal.


8. Masukan aja berapa besar kapasitas partisi yang loe inginin dan tekan Enter untuk membuat partisinya seperti terlihat pada gambar.



9. Kemudian tekan aja Enter untuk melakukan proses instal atau Delete untuk menghapus partisi.

10. Dan pilih NTFS file system (Quick) atau FAT file system (Quick) lalu tekan Enter.

11. Setelah selesai akan muncul gambar berikut



12. Setelah itu loe akan pada layar berikut Click Next.


13. Lalu setelah itu, isikan dengan Nama dan Organisasi Kamu kemudian tekan Next.


14. Isikan Serial Number dari type windows lalu tekan Next.



15. Isikan nama komputer dan password loe untuk mengaksesnya lalu tekan Next.



16. Lalu Set Time Zone pada posisi (GMT+80:00) klik Next.



17. Typical settings: Pada option ini settingan jaringan akan dibuat default windows dan Custom settings: Untuk mensetting jaringan kamu secara manual lalu klik Next.


18. Pilih option Yes bila Kamu terhubung ke jaringan local dengan domain , lalu isi dengan nama DOMAIN yang sama dengan DOMAIN jaringan Kamu dan sebaliknya jika tidak terhubung kejaringan atau terhubung tapi tanpa DOMAIN pilih option No, sekali lagi tekan Next.



19. Langkah terakhir tinggal mengklik Ok,Next,Skip dan Finish. Loe juga diminta mengisikan nama loe. loe akan berada pada tampilan Dekstop Windows seprti di atas dan loe tinggal install driver hardware komputer kamu.